“We cannot do everything at once, but we can do something at once”

Selasa, 27 Maret 2012

•1 Pertanyaan 3 Jawaban•

Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.
Diantara sekian banyak muridnya, ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama.
Orang pertama mulai bertanya,

“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa2 besar atau orang yang mengerjakan dosa2 kecil?”

“Orang yang mengerjakan dosa2 kecil.”
jawab Abu
Nawas.

“Mengapa ?” kata orang pertama.

“Sebab lebih mudah diampuni oleh ALLAH.”
kata Abu Nawas.

Orang pertama puas karena ia memang yakin
begitu.
Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang
sama. Red s/d diatas.

“Orang yang tidak mengerjakan keduanya”.
Jawab Abu Nawas.

“Mengapa?” kata orang kedua.

“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari ALLAH”.
kata Abu Nawas.

Orang kedua langsung bisa mencerna dan memahami jawaban Abu Nawas tersebut.

Orang ketiga pun bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti diatas. Abu Nawas lalu menjawab;

“Orang yang mengerjakan dosa2 besar”.

“Mengapa?” kata orang ketiga.

“Sebab pengampunan ALLAH kepada hambaNYA sebanding dengan besarnya dosa hamba itu”.
jawab Abu Nawas.

Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas
bertanya.
“ Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda ?”.

“ Manusia itu dibagi tiga tingkatan.
♥ Tingkatan mata,

♥ tingkatan otak, dan

♥ tingkatan hati”.

“Apakah tingkatan mata
itu?” tanya murid Abu Nawas.

“ Anak kecil yang melihat bintang di langit, ia mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata”.

“Apakah tingkatan otak?” tanya murid Abu Nawas.

“ Orang pandai yang melihat bintang, ia mengatakan bintang itu besar karena ia memiliki pengetahuan.” jawab Abu Nawas.
“Lalu apakah tingkatan hati itu?” tanya murid Abu Nawas.

“ Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. Ia tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apapun yang besar, melainkan
dengan ke Maha Besaran ALLAH.”

kini murid Abu Nawas mulai mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban Yang berbeda. Ia bertanya lagi.

“ Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu ALLAH ?”

“ Mungkin?” jawab Abu Nawas.

“Bagaimana caranya?”
tanya murid Abu Nawas ingin tahu.

“ Dengan merayuNYA melalui pujian dan doa.” kata Abu Nawas.

“Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru.” pinta murid Abu Nawas.

“Doa itu adalah:
Ilahi lastu lil firdausi ahla,
wala aqwa ‘alan naril jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil ‘azhimi.
Artinya : “Wahai ROBBku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat
terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.”
 
 

Senin, 12 Maret 2012

Pasar Bunga Terbesar di Dunia

Aalsmeer Flower Auction

 
Jika agan agan pergi ke belanda agan harus pergi ke perlelang an bunga yang terkenal di kota Aalsmeer, yang tepat di sebelah selatan Bandara Schiphol dan mudah dicapai dengan bis umum. tmpt ini secara resmi dikenal sebagai Bloemenveiling Aalsmeer dalam bahasa Belanda. Tmpt Ini adalah salah satu tmpt yg hrus dikunjungi di belanda

Banyak bangunan mengklaim sebagai gedung terluas di dunia, dan pasar bunga Aalsmeer adalah slh stu yg terbesar . Dalam hal ini, ia msk dlm Guinness Book of Records mengakui sebagai bangunan komersial terbesar di dunia, dengan luas 990,000 meter persegi (10,6 juta kaki) dan setelah agan melihat denah terbuka, agan akan sulit bertemu jika terpisah

Bunga adalah bisnis besar di Belanda dan Aalsmeer adalah pusat bisnis itu. Setiap hari kerja mereka menjual sekitar 20 juta bunga dalam struktur besar,dan untung sekitar € 2 miliar per tahun . Banyak bunga-bunga ditanam di Pasar Aalsmeer di Belanda, tapi banyak dari mereka yang ditanam di tempat yang jauh seperti Kenya, Uganda, dan Israel. Sekitar 6.000 petani datang ke sini (bnyk amat) utk menjual ke lebih dari 2.000 pembeli